Dalam aspek core, ada beberapa strategi yang digunakan dilakukan. Contohnya peluncuran Feeder LRT musi emas….
Palembang – Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) mencatatkan okupansi moda angkutan kereta ringan (Light Rail Train/LRT) mencapai sebanyak 4 jt orang penumpang pada 2023.
Kepala BPKARSS Rode Paulus di tempat Palembang, Rabu, menyatakan ada beberapa hal yang mana menjadi pemicu peningkatan okupansi tersebut, yaitu bisnis peningkatan aspek core kemudian aspek noncore.
"Dalam aspek core, ada beberapa strategi yang dilakukan. Contohnya peluncuran Feeder LRT Musi Emas, penyelenggaraan acara komunitas, perjalanan lembaga pendidikan (edutrip/eduwisata), digitalisasi pembayaran, tarif promo/diskon, peluncuran kartu berlangganan lalu peningkatan prasarana layanan," katanya.
Dalam konteks non-core, fokus diberikan pada optimalisasi aset pilar, portal, juga tembok pembatas LRT. Pemanfaatan aset sarana LRT Sumsel, stasiun, dan juga kerja sejenis juga penawaran menjadi strategi kunci.
"Sebagai badan layanan umum, kami memiliki keleluasaan untuk mengatur beragam aset yang dimiliki, guna meningkatkan layanan pada LRT Sumsel," ujarnya.
Kemudian, faktor secara khusus kenaikan yang disebutkan adalah momen-momen naik LRT gratis pada Perayaan HUT Perkotaan Palembang serta Hari Bhayangkara, dan juga perayaan hari besar keagaman seperti Idul fitri, Natal 2023, dan juga Tahun Baru 2024. B
ila rata-rata harian penumpang LRT Sumsel di tempat hitungan 11.950 penumpang, selama momen natal dan juga tahun baru ini sanggup menembus 19.000 orang.
“Stasiun dengan okupansi terbanyak berada dalam Stasiun Asrama Haji, Ampera, DJKA, Polresta dan juga Bumi Sriwijaya,” jelasnya.
Ia menjelaskan sejak beroperasinya LRT Sumsel pada 2018, grafik penumpang menanjak. Pada 2018, jumlah total penumpang sebanyak 922.432. Pada 2019 menembus 2.619.159. Pada 2020 sempat mengecil oleh sebab itu COVOD-19 yaitu 1.053.637 orang. Pada 2021 mencapai 1.599.133. 2022 mencapai 3.087.735, dan 2023 mencapai 4 jt penumpang.
Menurut dia, capaian itu tentu tidaklah lepas dari dukungan masyarakat. Maka dari itu diharapkan usaha yang sudah ada dilaksanakan dengan baik masih dipertahankan, kemudian pada 2024 akan ada perubahan lain untuk menggaet minat warga naik LRT Sumsel.
“LRT telah menjadi tulang punggung transportasi di dalam Sumsel secara umum, juga Palembang secara khusus. Dengan demikian, pelayanan yang dimaksud diberikan harus maksimal,” jelasnya.
Rode menyatakan LRT Sumsel itu bertujuan untuk menggalakkan acara yang sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan, yakni Aksi Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU).
“Gerakan itu cuma mampu terjadi bila BPKARSS didukung oleh organisasi perangkat wilayah (OPD), akademisi, juga penduduk sipil,” kata dia.



